Selain
pahala berupa derajat yang ditingkatkan, ibadah-ibadah dalam syariat Islam juga
mempunyai hikmah membersihkan diri seorang muslim dari kotoran dosa. Hal itu
karena ibadah-ibadah itu berperan dalam menciptakan suasana jiwa yang penuh
dengan iman. Dengan suasana ini seorang muslim akan terbebas dari syahwat yang
selama ini membelenggunya, dan terarahkan untuk selalu menghambakan dirinya
kepada Allah swt.
Mulai
dari ibadah wudhu, Rasulullah saw. bersabda:
إذا توضأ
العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء
أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء
أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر
قطر الماء حتى يخرج نقيا من الذنوب
“Jika
seorang muslim berwudhu, saat dia membasuh wajahnya, keluarlah semua dosa yang
diperbuat matanya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir.
Saat membasuh tangannya, keluarlah semua dosa yang telah diperbuat tangannya,
dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh
kakinya, keluarlah dosa yang didatangi dengan kakinya, dan hilang bersama air
atau tetes air yang terakhir. Hingga akhirnya, dia menjadi orang yang bersih
dari dosa.” [HR. Muslim].
Hal
yang sama juga berlaku untuk shalat. Rasulullah saw. bersabda:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا
بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ
يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ
مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا
“Bagaimana
kiranya kalau ada sebuah sungai mengalir di depan rumah salah seorang di antara
kalian, orang itu mandi lima kali setiap harinya, apakah orang itu masih
kotor?” para sahabat menjawab, “Tentu tidak ada kotoran yang tersisa.”
Rasulullah saw. melanjutkan, “Demikian juga shalat lima waktu akan menghapus
dosa-dosa.” [HR. Bukhari dan Muslim].
Begitu
pula puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Orang
yang berpuasa bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan
diampuni dosa-dosa yang telah lalu.”
[HR. Bukhari dan Muslim].
Adapun
tentang membayar zakat, Allah swt. berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً
تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
mensucikan mereka.” [At-Taubah: 103].
Demikianlah,
semua ibadah akan menghapus dosa. Tapi kadang ada dosa besar yang masih
tersisa. Di sinilah haji akan menghapus dosa-dosa itu hingga bersih sama sekali
seperti bayi yang baru dilahirkan.
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ
وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Orang
yang melaksanakan haji ikhlas karena Allah swt., lalu tidak berkata kotor dan
tidak berbuat kefasikan, maka dia akan pulang (bersih dari dosa) seperti saat
dilahirkan oleh ibunya.” [HR.
Bukhari dan Muslim].
Ketika
sekarat, ‘Amr bin Al-‘Ash ra. meriwayatkan bahwa dirinya dulu pernah menjadi
orang yang paling benci kepada Rasulullah saw. Dia sangat berkeinginan untuk
bisa membunuh Rasulullah saw. Syukurlah hal itu tidak terjadi, “Kalau dulu
aku benar-benar bisa membunuhnya, tentu aku menjadi penduduk neraka.” Tapi
ketika dirinya mendapatkan hidayah keimanan, beliau mensyaratkan semua dosanya
dihapuskan. Rasulullah saw. bersabda:
أما علمت
أن الإسلام يهدم ما كان قبله وأن الهجرة تهدم ما كان قبلها وأن الحج يهدم ما كان
قبله
“Tidakkah
engkau mengetahui bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa
hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa ibadah haji itu menghapus
dosa-dosa sebelumnya?” [HR.
Muslim].
Dihapuskannya
dosa itu didapat tentu jika haji yang dilaksanakannya mabrur. Sedangkan haji
akan mabrur jika biaya yang digunakan adalah halal dan thayyib, seluruh manasik
dilaksanakan dengan baik, banyak diisi dengan perbuatan baik seperti berdzikir
dan membantu orang lain, dan tidak dikotori dengan hal-hal yang bisa merusaknya
seperti berkata kotor, berdebat, dan lain sebagainya.
Menurut
Imam Hasan Al-Basri, di antara tanda dosa telah diampuni adalah seorang haji
bersikap zuhud di dunia, dan lebih perhatian terhadap persiapan menuju
akhirat. Hal ini terwujud karena selama melaksanakan haji, dia melihat banyak
hal yang mengingatkan pada kehidupan akhirat. Mulai dari perjalanan, memakai
kain ihram, wukuf di padang Arafah, dan sebagainya. Semakin kuat keimanan
kepada Hari Akhir dan keharusan mempersiapkannya
