Makkah (Sinhat) Amirul Haj Suryadharma Ali menilai, Biaya
Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang diselenggarakan Indonesia lebih
murah ketimbang biayan penyelenggaraan ibadah haji negara lainnya.
“BPIH kita hanya USD3.500 dan masih dikembalikan USD500 kepada jamaah
untuk living cost di Makkah, bagaimana tidak murah,” kata Suryadharma di
Makkah.
Dengan biaya segitu, tambahnya, jamaah haji Indonesia dibebaskan dari
biaya paspor Rp225 ribu, asuransi Rp100 ribu, general service selama
berada di Arab Saudi sebesar USD277, biaya kesehatan, transportasi dan
penginapan yang disubsidi.
Amirul Haj mencontohkan Ibu kota Arab Saudi, Riyadh mengenakan biaya
USD5.000 untuk warganya. “Bahkan ada negara lain yang menerapkan biaya
USD5.000 untuk berhaji,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut pria yang kerap disapa SDA, jika dilakukan swastanisasi penyelenggaraan ibadah haji akan berantakan.
“Saya jamin 1.000 persen akan kacau kalau ibadah haji diswastakan dan
biaya ibadah haji akan mengalami kenaikan,” ujarnya (MCH/Okezone)